Ketidaksempurnaanku bukan penghalang untuk aku terus berkarya :)

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Sebuah pelajaran dan kisah inspirasi bisa kita dapatkan dari orang-orang yang mempunyai penderitaan fisik tidak sempurna atau cacat. Mereka memang tidak mempunyai fisik sempurna seperti kita, tapi mereka mempunyai segudang prestasi yang mungkin belum tentu kita dapat menyamainya. Salah satunya adalah Ludwig Van Beethoven.

Ludwig Van Beethoven

4

Bagi pencinta musik klasik, pasti telah mengenal Ludwig Van Beethoven atau lebih dikenal Beethoven. Beethoven adalah seorang komponis Jerman yang menciptakan musik yang menarik dan dramatis. Saat pertama kali diperdengarkan, musiknya dianggap sangat memukau dan orisinil. Beethoven sudah dianggap sebagai salah satu pengarang lagu terhebat sepanjang sejarah. Ia melakukan pertunjukkan pertamanya sebagai pianis pada usia 8 tahun. Pada usia 20an ia menjadi terkenal sebagai seorang pianis handalyang memiliki bakat tak terduga dan improvisasi yang menakjubkan. Tetapi pada tahun 1796, Beethoven mulai kehilangan pendengarannya. Hal tersebut malah membuatnya lebih termotivasi untuk menciptakan berbagai karya musikal yang terkenal sampai sekarang : the 9th Symphony, the 5th Piano Concerto, the Violin Concerto, the Late Quartets, and his Missa Solemnis. Dan dia mencapai semua ini padahal ia telah menjadi tuli selama 25 tahun atau lebih.

Jelas sudah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini adalah rasa semangat yang tinggi untuk bisa sukses dan tidak pantang menyerah akan keadaan pada sekitar. Walaupun ia tuli namun penderitaan yang ia alami tidak menjadi hambatan untuk ia terus menerus berkarya đŸ™‚ Semoga kita pun bisa mempunyai semnagat dan rasa tidak pantang menyerah seperti beliau.

Sumber :

http://oebudhi.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-penderitaan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ludwig_van_Beethoven

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s