IPK tidak menjamin mutu seorang mahasiswa..

Mahasiswa mana yang tidak bangga dan bahagia ketika mereka mengetahui bahwa mereka lulus dari sebuah perguruan tinggi? Apalagi lulus dengan predikat IPK memuaskan. Namun sayangnya kesenangan itu mungkin hanya terjadi sesaat saja, kenapa? Karena sekarang-sekarang ini banyak lulusan perguruan tinggi yang malah bingung setelah lulus kuliah ia akan kemana dan akan jadi apa selanjutnya. Mungkin sebagian akan mencari pererjaan tapi ternyata mencari pekerjaan itu tidak semudah yang dipikirkan. Faktanya banyak sekali lulusan perguruan tinggi yang tetap saja menganggur setelah lulus.
e
Kegelisahan dari banyaknya jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan kerja yang memadai menjadi penyebab utama hal ini Selain itu, persoalan terbatasnya informasi dan kualifikasi yang kurang memenuhi kompetensi juga menjadi pemicu utama mengapa penyerapan angkatan kerja, terutama jebolan dari perguruan tinggi sampai sekarang masih rendah. Tapi bukan karena itu saja, banyaknya persyaratan yang terkadang berbanding terbalik dengan gaji yang diterima. Hal ini bisa menyebabkan para lulusan itu merasa minder atau kurang percaya diri dengan kemampuannya. Seperti contohnya sebuah perusahaan yang mensyaratkan  jumlah nilai IPK yang tinggi agar bisa diterima dalam pekerjaan itu.
d
Lalu bagaimana dengan mereka yang lulus dengan IPK yang pas-pasan atau rendah ? apa mereka tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja ? tentu sangat disayangkan bila kemampuan seseorang hanya dinilai dari besarnya nilai IPK yang mereka dapat. Dan hal inilah yang membuat banyak mahasiswa yang berpikir salah, banyak mahasiswa yang berpikir dengan mendapatkkan nilai IPK yang tinggi akan membuat mereka sukses, nyatanya IPK memang tidak selamanya dianggap baik jika memanga kenyataannya mahasiswa tersebut tidak mempunya kemampuan yang mereka telah pelajari.
Kurangnya skill atau kemampuan juga menjadi penyebab  banyaknya lulusan perguruan tinggi yang mengganggur. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti
1.Kuliah karena terpaksa
Sudah bukan rahasia lagi, faktanya tidak sedikiit mahasiswa yang kuliah karena terpaksa. Hal ini yang membuat mereka cenderung malas atau tidak serius dalam kuliah.
2.Salah jurusan
Inilah yang banyak dialami oleh mahasiswa, terkadang jurusan yang mereka pilih tidak sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.Kesimpulannya banyaknya jumlah lulusan perguruan tinggi yang menganggur bukan karena ketidakmampuan seorang lulusan tersebut. Maka sedikit menggelikan bila lulusan Sarjana miskin keterampilan. Bahkan yang sudah bekerja juga banyak yang tidak sesuai bidang nya atau yang tertulis dalam ijazah sarjana yang dimilikinya. Mulailah merubah pola pikir dan kreatif dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, kesempatan untuk kuliah dan belajar yang benar agar nantinya lulus dengan skil yang memuaskan juga, karena ternyata IPK tidak menjamin mutu dari seorang mahasiswa.
images
Sumber :
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s