Hidup ini pilihan, dan tentukanlah pilihan untuk hidupmu sendiri :)

Pandangan hidup sendiri adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup itu adalah sebuah jalur yang dibuat untuk menentukan arah kehidupan seseorang, Pandangan hidup itu ibarat wadah dan Manusia adalah ibarat air yang mengikuti bagaimana bentuk wadah.. tapi sekali lagi Manusia adalah penentu ingin menempati wadah seperti apa.

3

Pandangan hidup berbagai macam spesifikasinya. Seperti gambar diatas saat ini saya akan menjelaskan pandangan hidup tentang orang Pemakai Narkoba. Apakah pandangan hidup seorang pecandu narkoba sehingga mereka menggunakan narkoba? Sudah jelas melalui berbagai riset bahwa narkoba itu jahat, maksud jahat adalah narkoba itu merusak badan. Hal ini menyusahkan dan menyiksa diri sendiri. Narkoba dapat merusak jiwa dan akal seseorang. Berbagai efek berbahaya sudah banyak dijelaskan oleh pakar kesehatan. Begitu pula mengenai hukum penggunaan narkoba telah dijelaskan oleh para ulama madzhab sejak masa silam.

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Tapi, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab seseorang menggunakan narkoba? Ada banyak teori dan kemungkinan yang bisa digali, bisa dari luar individu tersebut, seperti lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dan pola asuh orang tua. Bisa juga dari dalam diri individu, seperti kepribadian, motivasi, kognitif, dll. Gabungan kedua bentuk ini akan membentuk psychological state atau kondisi psikologis seseorang yang biasa disebut dengan dinamika psikologis seseorang.

Sebenarnya, apa keunggulan yang ditawarkan oleh narkoba sehingga banyak orang terpikat olehnya? Dari sekian banyak jenis narkoba, beda jenis, beda juga efeknya, tapi ada satu efek yang sama dan sekaligus senjata utama narkoba, yaitu efek yang bisa membawa pemakainya masuk ke alam bawah sadar, tidak sadar,unconsciousness, “mabuk”. Disinilah letak kenikmatan memakai narkoba.

Mengapa berada dalam keadaan tidak sadar itu menjadi nikmat? Jawabannya, tentu saja. Sesuai dengan teori Freud, bapak penemu unconsciousness, dimana kepribadian manusia dibagi menjadi 3, yaitu id, ego, dan superego.

Kondisi tidak sadar itu merupakan bentuk id. Id merupakan dorongan untuk melakukan apapun yang kita inginkan secara bebas tanpa ada halangan karena berada di alam bawah sadar. Dalam kondisi ini kita akan merasakan kesenangan tanpa batas, tidak ada beban, tidak ada tekanan, yang ada hanya kenikmatan dan kepuasaan. Oleh karena itu id dikenal dengan prinsip kesenangan.

Pada bagian inilah yang ditawarkan oleh narkoba. Ketika seseorang merasa tertekan, stress, punya banyak masalah, bertengkar dengan istri dan rekan dikantor, putus dengan pacar, dan masalah-masalah lainnya, manusia akan cenderung mencari kenyamanan, keamanan, kenikmatan, dan keinginan melupakan semuanya. Pada saat ini dorongan id semakin besar dan orang yang tidak bisa mengontrolnya akan jatuh ke jurang NARKOBA.

k

Setelah menggunakan narkoba, kita akan dibawa masuk ke alam bawah sadar, kita akan merasa melayang, tidak ada masalah, segala beban seperti musnah, dll. Kita tidak sadar apapun yang terjadi dilingkungan kita, yang ada hanya kita dan kesenangan kita sendiri. Tak heran, ketika ada orang lain sedang dengan santai berjalan dipinggir jalan kita anggap sebagai penghalang atas kenikmatan dan kesenangan kita memacu adrenalin dengan menginjak gas dan menaikkan kecepatan. Hanya untuk membebaskan diri kita sendiri, korban pun berjatuhan.

Hal ini jugalah yang membuat pemakai narkoba ketagihan. Efek narkoba hanya sementara, ketika individu sudah sadar dan kembali ke dalam realita, tekanan dan stres kembali datang. Akhirnya pengguannya diulangi untuk menciptakan kembali kesenangan semu tadi. Semakin lama dosis semakin besar karena kenikmatan itu tiada batas.

12

Kesimpulannya adalah, jadi sebenarnya pandangan hidup setiap manusia berbeda beda. jadi alangkah baiknya jika memiliki pandangan hidup yang terbaik untuk masa depan agar tidak terjerumus bahkan terperosok seperti bacaan diatas. Pandangan manusia itu merupakan sebuah alat atau wadah bagi manusia itu sendiri untuk berkembang dan mencapai tujuan serta cita citanya.

u

 

Sumber : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/narkoba-dalam-pandangan-islam.html
Google.co.id

Advertisements

Menjadi single mom atau single parent? Tanggung jawab yang sulit.

Status sebagai orang tua tunggal agaknya kini mulai banyak terdengar. Perempuan paruh baya yang menghidupi tiga anaknya sejak 10 tahun terakhir, karena suaminya meninggal. Ia menetap di pinggiran Pamulang, berbatasan dengan Bogor dan Tangerang. Banyak sesungguhnya kaum single parent seperti Marhamah di sekitar kita. Tapi, kegelisahan hati perempuan itu, tak banyak dimiliki manusia ke banyakan.

1

“Sama-sama cari rezeki. Meski sedikit ya harus berbagi,” terang Marhamah membuka perbincangan. Ia, pedagang jajanan ringan di sekolah TK dekat rumahnya. Pengelola sekolah memberi keleluasaan Marhamah untuk berdagang, agar dapat menghidupi keluarga. Tiap hari, keuntungannya tak lebih dari Rp 15 ribu. Namun ia tegar, tak pernah mengeluh.

Seiring hari, Marhamah yang tinggal di kampung dengan penduduk mayoritas dhuafa itu, didatangi tiga orang tetangganya. Mereka minta ijin ikut berdagang di sekolah. Tak ada kata mengelak, Marhamah legowo mengijinkan tiga orang itu ikut berdagang.

“Asal rukun ya, rezeki mah sudah diatur sama Allah”, pesan Marhamah yang tak berniat memonopoli. Akhirnya ia berdagang hanya pada pagi hari

Tak jauh dari kampung Marhamah, ber operasi dua mini market yang bersaing ketat. Kehadiran swalayan mini itu, perlahan membunuh toko kelontong yang su dah puluhan tahun berdagang lebih dulu. Para pemilik toko kecil, pedih, malu-malu, tutup pintu. Tak pernah buka lagi. Karena, pembeli memilih belanja di etalase yang rapi dan sejuk.

Entah mengapa mini market bisa merangsek, tembus jantung kampung-kampung dan pelosok. Kehadirannya, mengoyak sendi ekonomi rakyat jelata yang tumbuh dari bawah. Perkembangannya masif, tak terbendung lagi. Dampaknya, toko ke lontong tutup pintu secara perlahan.

Mungkin, memang ini dampak dari pilihan ekonomi kapitalis yang telah jadi kiblat bangsa ini. Kelompok berkuasa, selalu me mo nopoli dan mati rasa untuk memikirkan kaum jelata. Kadang, cara berpikir Marhamah jauh lebih dibutuhkan untuk mengatur keadilan di negeri ini. Selalu melihat kehidupan sekitar dan menolong yang lemah. Kelewat banyak orang pintar tapi minteri, berjibun cerdik pandai tapi berlaku penipu.

”Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat”. ((HR Bukhari-Muslim))

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini yaitu Keikhlasan dalam menjalani kehidupan dan percaya Allah akan selalu menolong hambanya yang kesulitan.

 

Sumber :

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10205

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/05/11/115019-kisah-seorang-single-parent-yang-menyejukkan-hati

Kisah pilu kehidupan dan harapan dari seorang anak jalanan..

Anak jalanan merupakan sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.

Di tengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu anak-anak yang turun ke jalanan dan anak-anak yang ada di jalanan. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu anak-anak dari keluarga yang ada di jalanan.

Gambar

Seperti contoh  gambar diatas, itu membuktikan bahwa anak jalanan mempunyai tanggungan untuk mencari nafkah sendiri untuk biaya hidupnya, bahkan kita pun tidak pernah tahu dimana dia tinggal dan apakah kedua orang tua mereka masih hidup atau tidak. Sangat miris sekali melihat keadaan anak-anak jalanan ini, dimana seharusnya mereka dengan umur yang masih sangat muda harusnya giat belajar mencari ilmu.

Anak jalanan inipun mempunyai sebuah keinginan dan harapan untuk masa depannya, namun pasti keterbatasan ekonomi yang menghambat mereka. Harapan dapat tidur nyenyak dikasur, harapan dapat makan makanan enak, harapan dapat disayang oleh keluarga mereka dan harapan untuk hidup yang lebih baik lagi. Harusnya mungkin pemerintah membuka sekolah terbuka untuk anak-anak jalanan ini, karena bagaimanapun mereka penerus bangsa ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_jalanan

http://forum.kompas.com/teras/46122-kisah-pilu-kehidupan-anak-jalanan.html

IPK tidak menjamin mutu seorang mahasiswa..

Mahasiswa mana yang tidak bangga dan bahagia ketika mereka mengetahui bahwa mereka lulus dari sebuah perguruan tinggi? Apalagi lulus dengan predikat IPK memuaskan. Namun sayangnya kesenangan itu mungkin hanya terjadi sesaat saja, kenapa? Karena sekarang-sekarang ini banyak lulusan perguruan tinggi yang malah bingung setelah lulus kuliah ia akan kemana dan akan jadi apa selanjutnya. Mungkin sebagian akan mencari pererjaan tapi ternyata mencari pekerjaan itu tidak semudah yang dipikirkan. Faktanya banyak sekali lulusan perguruan tinggi yang tetap saja menganggur setelah lulus.
e
Kegelisahan dari banyaknya jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan kerja yang memadai menjadi penyebab utama hal ini Selain itu, persoalan terbatasnya informasi dan kualifikasi yang kurang memenuhi kompetensi juga menjadi pemicu utama mengapa penyerapan angkatan kerja, terutama jebolan dari perguruan tinggi sampai sekarang masih rendah. Tapi bukan karena itu saja, banyaknya persyaratan yang terkadang berbanding terbalik dengan gaji yang diterima. Hal ini bisa menyebabkan para lulusan itu merasa minder atau kurang percaya diri dengan kemampuannya. Seperti contohnya sebuah perusahaan yang mensyaratkan  jumlah nilai IPK yang tinggi agar bisa diterima dalam pekerjaan itu.
d
Lalu bagaimana dengan mereka yang lulus dengan IPK yang pas-pasan atau rendah ? apa mereka tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja ? tentu sangat disayangkan bila kemampuan seseorang hanya dinilai dari besarnya nilai IPK yang mereka dapat. Dan hal inilah yang membuat banyak mahasiswa yang berpikir salah, banyak mahasiswa yang berpikir dengan mendapatkkan nilai IPK yang tinggi akan membuat mereka sukses, nyatanya IPK memang tidak selamanya dianggap baik jika memanga kenyataannya mahasiswa tersebut tidak mempunya kemampuan yang mereka telah pelajari.
Kurangnya skill atau kemampuan juga menjadi penyebab  banyaknya lulusan perguruan tinggi yang mengganggur. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti
1.Kuliah karena terpaksa
Sudah bukan rahasia lagi, faktanya tidak sedikiit mahasiswa yang kuliah karena terpaksa. Hal ini yang membuat mereka cenderung malas atau tidak serius dalam kuliah.
2.Salah jurusan
Inilah yang banyak dialami oleh mahasiswa, terkadang jurusan yang mereka pilih tidak sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.Kesimpulannya banyaknya jumlah lulusan perguruan tinggi yang menganggur bukan karena ketidakmampuan seorang lulusan tersebut. Maka sedikit menggelikan bila lulusan Sarjana miskin keterampilan. Bahkan yang sudah bekerja juga banyak yang tidak sesuai bidang nya atau yang tertulis dalam ijazah sarjana yang dimilikinya. Mulailah merubah pola pikir dan kreatif dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, kesempatan untuk kuliah dan belajar yang benar agar nantinya lulus dengan skil yang memuaskan juga, karena ternyata IPK tidak menjamin mutu dari seorang mahasiswa.
images
Sumber :

Haruskah Menjadi Bagian Keluarga Ningrat Terlebih Dahulu untuk Mendapatkan Keadilan?

Bukankah setiap warga negara Indonesia mempunyai hak untuk mendapatkan keadilan? Tapi mengapa keadilan diIndonesia seolah menjadi permainan para Aparat Hukum. Diskriminasi hukum yang sering kali dipraktikan ini begitu terbaca pada sikap Polda Metro Jaya terhadap Rasyid Amrullah Rajasa, tersangka kasus kecelakaan yang menewaskan dua orang pada 1 Januari lalu. Rasyid yang merupakan anak bungsu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dihukum 6 bulan hukuman percobaan dengan hukuman pidana 5 bulan. Putusan itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa, yakni 8 bulan dengan masa percobaan 12 bulan. Dengan vonis ini, Rasyid tetap dinyatakan bersalah, terbukti melanggar Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas akibat mengendarai kendaraan dengan lalai dan subsider Pasal 310 Ayat (2). Namun, ia tidak perlu masuk penjara bila tidak mengulang perbuatan sama dalam kurun waktu 6 bulan.

Rasyid adalah terdakwa kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor, Kilometer 3+335 pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW bernomor polisi B 272 HR yang dikemudikannya menghantam mobil Daihatsu Luxio (F 1622 CY) yang ada di depannya.

Gambar

Penegakan hukum dalam berbagai kasus di negeri ini seringkali mengingkari rasa keadilan yang hidup dan berada dalam masyarakat. Padahal, hukum adalah juga masalah “rasa”, yang bisa tertanam kehadirannya dalam diri setiap orang. Apakah diskriminatif atau memperlakukan semua orang sama, atau apakah diterapkan secara wajar atau tidak wajar.

Realitas yang terjadi di ruang publik, rasa keadilan sering tidak memihak kepada pencari keadilan. Begitu beragam dirasakan perlakuan hukum terhadap seseorang dan orang lainnya secara berbeda. Kita juga kerap merasakan adanya peristiwa hukum yang sama, tetapi diberlakukan sikap yang berbeda dengan bobot yang tidak sama.

Mari kita bandingkan dengan kasus Aal seorang anak yang tinggal di Jalan Kijang II Utara Kota Palu, Sulawesi Selatan. Aal yang masih duduk dibangku sekolah dibawa ke Pengadilan Negeri Palu karena dituduh mencuri sandal senilai Rp 30 ribu milik Brigadir Satu Ahmad Husni Harahap, anggota polisi. Aal terancam hukuman lima tahun penjara.

Sungguh prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia sehingga menghukum seorang anak dengan alasan hanya karena mencuri sebuah sandal jepit. Dan yang lucu dan unik adalah sandal yang dicuri Aal akan diganti dengan 1000 buah sandal hasil ide kreatif Solidaritas Sandal Jepit.

Gambar

Sebenarnya menghukumnya saya setuju karena siapapun yang bersalah harus di hukum. Tetapi yang menjadi masalah adalah alangkah mudahnya hukum tegak jika hanya untuk pencuri sandal jepit. Penjara akan mendidik anak menjadi kriminal. Apakah tidak ada jalan lain untuk Aal? Karena kalau diamati benar-benar masih banyak persoalan “pencurian” yang jauh lebih besar, pencurian tidak hanya ribuan Rupiah seharga sandal jepit,  pencurian yang besar sangat besar seperti korupsi, menghabiskan uang negara milyaran, para pelakunya tetap enak dan nyaman. Bahkan pelaku pencurian uang negara hingga milyaran Rupiah hukumannya sangat ringan. Bandingkan dengan kasus mencuri sandal ini, sandal yang harganya puluhan ribu tetapi hukumannya lebih berat. Dimana keadilan itu berada?

Lemahnya hukum yang menjerat kasus korupsi merupakan salah satu faktor atas maraknya tindakan korupsi. Indonesia memiliki banyak undang-undang dan landasan hukum yang mengatur tentang korupsi, akan tetapi semua tak sesuai yang diharapkan. Namun, pasal tersebut seolah-olah tidak berguna. Dan ironisnya, pejabat yang seharusnya menjadi penegak hukum justru malah melanggar hukum. Bagaimana bisa tegas dalam memberantas korupsi jika petugasnya sendiri koruptor?  Hukuman yang rendah membuat para koruptor menjadi berani mengambil resiko untuk korupsi dan tidak akan menimbulkan efek jera.

Kalangan kecil begitu tertindas, ironisnya hal ini terjadi karena mahalnya pengacara dan kurangnya nurani para penegak hukum. Dengan ini, mengharapkan penegakan hukum sebagai satu-satunya jalan keluar justru akan membawa ke labirin tak berujung. Karena itu, yang perlu disadari adalah pada dasarnya hukum sendiri tidak pernah adil atau setidaknya tidak akan pernah sepenuhnya menjamin keadilan

Dengan adanya peristiwa-peristiwa diatas, negara Indonesia menjadi tercemar. Kenapa hukum di negeri ini begitu buta? Tidak ada lagi keadilan di negeri ini, indonesia sudah dirusak oleh orang-orang yang menyalahgunakan kekuasaan dan hartanya. Sebenarnya bukan hukum yg salah, tapi penegaknyalah yang salah yang tidak punya hati nurani. Seburuk-buruknya hukum kalau penegaknya punya hati nurani, maka keadilan akan muncul dengan sendirinya.

Sumber :

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/03/26/12184248/Putusan.Rasyid.Rajasa.Usik.Rasa.Keadilan

Ketidaksempurnaanku bukan penghalang untuk aku terus berkarya :)

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Sebuah pelajaran dan kisah inspirasi bisa kita dapatkan dari orang-orang yang mempunyai penderitaan fisik tidak sempurna atau cacat. Mereka memang tidak mempunyai fisik sempurna seperti kita, tapi mereka mempunyai segudang prestasi yang mungkin belum tentu kita dapat menyamainya. Salah satunya adalah Ludwig Van Beethoven.

Ludwig Van Beethoven

4

Bagi pencinta musik klasik, pasti telah mengenal Ludwig Van Beethoven atau lebih dikenal Beethoven. Beethoven adalah seorang komponis Jerman yang menciptakan musik yang menarik dan dramatis. Saat pertama kali diperdengarkan, musiknya dianggap sangat memukau dan orisinil. Beethoven sudah dianggap sebagai salah satu pengarang lagu terhebat sepanjang sejarah. Ia melakukan pertunjukkan pertamanya sebagai pianis pada usia 8 tahun. Pada usia 20an ia menjadi terkenal sebagai seorang pianis handalyang memiliki bakat tak terduga dan improvisasi yang menakjubkan. Tetapi pada tahun 1796, Beethoven mulai kehilangan pendengarannya. Hal tersebut malah membuatnya lebih termotivasi untuk menciptakan berbagai karya musikal yang terkenal sampai sekarang : the 9th Symphony, the 5th Piano Concerto, the Violin Concerto, the Late Quartets, and his Missa Solemnis. Dan dia mencapai semua ini padahal ia telah menjadi tuli selama 25 tahun atau lebih.

Jelas sudah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini adalah rasa semangat yang tinggi untuk bisa sukses dan tidak pantang menyerah akan keadaan pada sekitar. Walaupun ia tuli namun penderitaan yang ia alami tidak menjadi hambatan untuk ia terus menerus berkarya 🙂 Semoga kita pun bisa mempunyai semnagat dan rasa tidak pantang menyerah seperti beliau.

Sumber :

http://oebudhi.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-penderitaan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ludwig_van_Beethoven

Cinta kasih dan kesetiaan ini hanya untukmu, istriku..

Cinta adalah ungkapan perasaan jiwa, ekspresi hati dan gejolak naluri yang menggelayuti hati seseorang terhadap kekasihnya.Sedangkan menurut Kahlil Gibran, cinta ialah perasaan untuk dirinya sendiri. Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi. Cinta adalah sumber segalanya, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta.

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.  Cinta samasekali bukan nafsu.

Ini salah satu contoh cinta dan kasih sayang seorang manusia terhadap pasangannya, kisah cinta dan kesetiaan BJ Habibie dengan istrinya Ainun Habibie.

images

Cerita tentang cinta dan kesetiaan dari pasangan ini membuat inspirasi banyak orang. Kisah cinta yang mungkin sebenernya banyak pula orang yang telah mengalami dan merasakannya. Cerita dimana cinta diantara mereka harus terpisah, bukan terpisah karena jarak tapi terpisah karena maut yang memisahkan. Maut memang rahasia sang Illahi, kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu kapan maut memanggil kita.

Kisah ini salah satunya dari kisah yang mungkin banyak orang yang telah mengalaminya. Pak habibie ditinggal meninggal oleh sang istri tercinta karena penyakit yang dideritanya setelah mereka menjalani 46 tahun berumah tangga. Kisah Habibie dan Ainun ini sama seperti kisah Romeo dan Juliet, namun Romeo dan Juliet itu kisah fiktif namun Habibie dan Ainun nyata dan memberikan rasa simpatik dan inspirasi kepada masyarakat.

Cerita inipun sampai dibuatkan filmnya karen mungkin cerita cinta antara pak Habibie dan ibu Ainun memang pantas untuk dikenang, dimana perjuangan mereka untuk membina cinta pun sangat besarnya.

Cinta pak Habibie kepada ibu Ainun ini membuktikan betapa besarnya rasa cinta kepada pasangannya, dan betapa pedulinya pak  Habibie menjaga dan mempertahankan rasa sayang dan kasihnya walau ibu Ainun sudah tiada. Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita dan kisah ini yaitu, apapun dan bagaimanapun keadaan pasangan kamu, kita harus tetap mencintainya dan menjaganya walau ternyata maut memisahkan. Karena cinta sejati adalah cinta yang hanya bisa dipisahkan oleh maut 🙂